Friday, May 11, 2007

Rock Art vs Graffity



Pernah melihat Graffity? Itu tuh corat-coret di dinding atau tembok. Terkadang aktivitas corat-coret ini membikin pusing pemerintah, pasalnya corat-coret tersebut menjadikan kota terlihat kotor. Jika berjalan-jalan di kota Bandung ataupun kota-kota lainnya, dengan mudah kita menemui graffity di pilar jembatan, halte bahkan pada tembok atau dinding.

Ternyata kegiatan mencorat-coret dinding sudah dimulai sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu. Nenek moyang kita atau yang biasa disebut manusia purbakala telah akrab dengan apa yang sekarang kita sebut Rock Art alias lukisan di cadas atau gua. Biasanya Rock Art bergambar orang dan binatang buruan.

Rock Art saat ini menjadi bagian dari peninggalan purbakala yang keberadaannya dilindungi. Di Indonesia Rock Art dapat ditemui di gua-gua purbakala di Kalimantan dan mungkin juga di daerah-daerah lain.

Kebiasan corat-coret alias graffity saat ini berkembang cukup pesat, jika dulu sekadar corat-coret sekarang dianggap sebagai urban art, sehingga saat ini kita bisa menyaksikan graffity yang indah.

Ternyata, kebiasaan kita di masa kini mempunyai kaitan erat dengan masa lalu. Jadi siapa bilang purbakala hanya berurusan dengan masa lalu?

Anda yang ingin mengetahui lebih jauh apa itu Rock Art bisa mengunjungi situs-situs di internet. Salah satunya yang cukup menarik adalah: www. rockart.org.

Acara Menarik di West Java Ancient Future

Ancient Future yang menampilkan keunikan dan kekayaan situs-situs purbakala di Jawa Barat akan digelar di Bandung, rencananya awal November 2007. Event unik akan disemarakkan dengan berbagai acara menarik dan lomba, yang dapat diikuti oleh pelajar dan mahasiswa.

Tidak sebagaimana umumnya pameran ke purbakalaan Ancient Future (AF) justru akan ditampilkan dalam kemasan masa kini dan digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk). AF akan memperlihatkan bahwa masa lalu atau zaman purba ternyata memiliki kaitan erat dengan kekinian.

Acara ini dimeriahkan oleh pameran kepurbakalaan, workshop, festival makanan, serta acara-acara menarik lainnya. Hal yang menarik dari acara ini adalah ditampilkannya seni kriya, musik dan fashion yang diilhami dari jaman purbakala. Menurut rencana AF digelar selama seminggu.

Sebelum tiba pada event, akan diselenggarakan pre event yang menyajikan happening art. Sedangkan bagi yang mengetahui lebih lanjut mengenai kepurbakalaan Jawa Barat akan diselenggarakan napak tilas atau kunjungan ke Situs Purbakala Gunung Padang di Kabupaten Cianjur.

Melestarikan Nilai-nilai Kepurbakalaan

Mendengar kata "purbakala" terbayang sesuatu yang serba kuno dan tidak menarik. Padahal kepurbakalaan hidup berdampingan dengan kemodernan. Lebih dari itu, penggalian nilai-nilai kepurbakalaan bisa menjadi inspirasi bagi keseharian kita sekarang. Ambil contoh bagaimana Steven Spielberg, memperoleh keuntungan dan ketenaran karena menggali sisi-sisi unik dari kepurbakalaan, melalui film-filmnya, seperti Jurassic Park. Contoh lain yang masih baru adalah film "A Night A Museum". Contoh-contoh lain, ketenaran film Flint Stone, Ice Age, Dinosaurs, dan sebagainya.

Penerusan nilai-nilai kepurbakalaan secara tidak sadar mungkin pernah kita lakukan, sebut saja misalnya dengan seni Grafitty. Graffity adalah kelanjutan dari kebiasaan manusia purba untuk melukis di dinding gua atau yang dikalangan arkelog disebut sebagai Rock Art.

Indonesia dan Jawa Barat sesungguhnya memiliki banyak situs purbakala yang apabila digali nilai-nilai yang dikandungnya serta dijadikan inspirasi untuk menapaki masa depan, pastilah akan lebih bernilai. Masa lalu memang tidak hanya bisa dikenang, tetapi sesungguhnya bisa menjadi inspirasi masa kini dan masa depan.

Penggalian nilai-nilai itulah, yang hendak disosialisasikan dalam West Java Ancient Future.